Sembilan Orang Guru Hadiahkan Karya Tulis Antologi Kepada MTsN 12 Pessel

Potret Daerah, Kabupaten Pessel Walau ditengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, namun hal itu tidak menyulutkan semangat para tenaga pendidik (guru) dalam berkarya.

Hal itu dibuktikan oleh sembilan orang guru yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah Negeri   (MTsN 12 Pesisir Selatan) yang membuat karya tulis Antologi Kisah Pendek, karya tulis tersebut juga tertuang pada sebuah buku yang diterbitkan bersama gabungan dengan beberapa guru di wilayah yang juga bertugas di Kabupaten Pesisir Selatan.

Buku yang diterbitkan dengan judul “Seribu Cerita Sejuta Pesona” tersebut juga menjadi sebuah perhatian khusus oleh Kepala Kantor  Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan H. Abrar Munanda, M. Ag. Tak hanya itu, Kakan Kemenag Pessel tersebut juga turut berpartisipasi dalam menuangkan karyanya dengan judul “Suatu Senja Di Bukit Langkisau” pada buku tersebut.

Dalam komentarnya selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pessel. H. Abrar Munanda, M. Ag. mengungkapkan, dirinya bangga dengan para guru muda madrasah yang telah lahirkan karya tulis tersebut.

“Kita ikut bangga dengan karya para guru muda madrasah se-Kabupaten Pessel angkatan 2019 yang telah melahirkan karya tulis dengan berisikan cerita dan pengalaman pertama kalinya dalam bertugas di Pesisir Selatan.” Ungkap Abrar.

Ditempat terpisah, Selaku kepala MTsN 12 Pesisir Selatan. Rajab, S. Ag. pada Jumat (10/9/2021) Pagi, disela-sela kegiatan penyerahan  buku yang dilakukan oleh para guru madrasah dibawah kepemimpinannya sangat mengapresiasi hasil karya dari sembilan orang gurunya diantara dua puluh lima penulis tersebut.

“Alhamdulillah dan kita ucapkan juga terimakasih kepada seluruh penulis terutama pada sembilan guru MTsN 12 Pessel yang mencurahkan isi hatinya dalam berbagai mimpi, harapan dan doa sebagai pengalamanya dalam perjalanan hidup masing-masing.” Ujar Rajab.

Rajab juga menambahkan, menurutnya sebagai penulis cukup  banyak yang dapat dijadikan motivasi. Apalagi dengan mengawali kehidupan baru ditempat yang baru, dan tentu saja dengan halangan dan rintangan. kita berharap kepada seluruh penulis  dapat terus mengembangkan karya tulisnya.

“Sebagai penulis memang banyak dapat menghasilkan motivasi kehidupan baik bagi dirinya maupun untuk orang lain, apalagi jika mengawali kehidupan baru di tempat baru seperti di daerah sejuta pesona ini. Tak jarang mengalami berbagai halangan dan rintangan yang menjadi bumbu kehidupan.”Tuturnya lagi.

“Dalam buku tersebut diantaranya berjudul “Suatu Senja Di Bukit Langkisau” yang ditulis langsung oleh Kakan Kemenag Kabupaten Pessel, (H. Abrar Munanda, M. Ag). “Ku Mulai Dengan Bismillah” (Ayunda Nidia Resti) “Perjalanan Ke Selatan” (Sesri Ulantari). “Langkah Juang Ini” (Ira Nurida). “Motivasi Diri” (Sumi Gustia Utari). “Demi Cerdaskan Anak Bangsa, Rela Terpisah Jarak” (Gustia Ayunda). “Dibalik Syukur yang Tak Terukur” (Elma Rida Wati). “Ikhlas Jalani Takdirnya” (Yanita Eka Gustin). “Habis Jarak, Terbitlah Pulang” (Dini Widia). “Pelangi Sesudah Badai Berlalu)” (Maisuryani). “Jelas Rajab.

Kita berharap seluruh penulis  dapat terus mengembangkan karya tulisnya, dan lebih baik dari karya sebelumnya serta tidak berhenti sampai disini.” Tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *